Now i am a mother of two adorable and amazing children... Sha and Adit... And i am really proud to be their bunda.
Hari ibu tahun ini kembali memberi kesan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini rasanya diingetin lagi tentang perjuangan seorang ibu gak hanya tentang gimana melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, tapi juga tentang kesetiaan seorang ibu untuk mendampingi anaknya saat melewati proses melahirkan.
Beberapa hari sebelum hari ibu ini, saya kembali merasakan perjuangan seorang ibu saat melahirkan, seperti 2 tahun sebelumnya (saat melahirkan anak pertama). That was amazing experience, dan akan selalu jadi pengalaman hidup yang gak terlupakan. if you ever giving birth for your child, you will know exactly what i mean :-) .
Dan kali ini pun, ibu dan suami ikut mendampingi di ruang persalinan. In that moment i really need somebody to hold my hand tight and give me strength and hope.
Pengalaman itu juga yang mengingatkan kembali bahwa ibu saya adalah wanita yang hebat, pejuang yang sejati, dan sahabat yang setia. Yang kasih sayangnya gak akan pernah ada habisnya. Mudah-mudahan saya juga bisa jadi ibu yang hebat seperti my great mom, yang selalu setia mendampimgi anak-anaknya melewati setiap tahap kehidupan mereka dalam suka dan dukanya...
Happy mothers day for all mommies (and mommies to be) in the world...
Showing posts with label MyLife.... Show all posts
Showing posts with label MyLife.... Show all posts
Friday, December 23, 2011
Monday, April 4, 2011
Swim…swim…swim…
Sha 16 mos + 3 days
Hari sabtu tiba!!! Waktunya berenang…
Tapi kali ini, ingin cari alternatif tempat berenang yang lain. Biasanya, kalau di Jakarta, kami suka berenang di Kolam Renang Cikini indoor yang ada di belakang hotel F1 (Rp. 20.000 untuk hari biasa, dan Rp. 25.000 untuk weekend. Untuk anak seusia Sha, masih free).
Berdasarkan info dari teman suami, ada loh arena bermain dan berenang di tengah kota. Namanya Kolam Renang Tirtamas yang berlokasi di Kompleks Taman Palem daerah Pondok Kelapa.
Biaya tiket masuknya pun lebih murah, yaitu Rp. 12.500 saat weekend, dan untuk anak mulai 1 tahun sudah harus beli tiket juga…
Tapi wahananya juga seru untuk anak-anak.
Bisa dicoba kalau mau berwisata air yang gak jauh-jauh dari jakarta…
Hari sabtu tiba!!! Waktunya berenang…
Tapi kali ini, ingin cari alternatif tempat berenang yang lain. Biasanya, kalau di Jakarta, kami suka berenang di Kolam Renang Cikini indoor yang ada di belakang hotel F1 (Rp. 20.000 untuk hari biasa, dan Rp. 25.000 untuk weekend. Untuk anak seusia Sha, masih free).
Berdasarkan info dari teman suami, ada loh arena bermain dan berenang di tengah kota. Namanya Kolam Renang Tirtamas yang berlokasi di Kompleks Taman Palem daerah Pondok Kelapa.
Biaya tiket masuknya pun lebih murah, yaitu Rp. 12.500 saat weekend, dan untuk anak mulai 1 tahun sudah harus beli tiket juga…
Tapi wahananya juga seru untuk anak-anak.
Bisa dicoba kalau mau berwisata air yang gak jauh-jauh dari jakarta…
Wednesday, March 23, 2011
Sha’s Sunday School…
Sha 15 mos.
Sudah beberapa minggu ini, kami ikutkan Sha ke Sekolah Minggu. Tujuannya, supaya Sha bisa merasakan beribadah setiap hari minggu, dengan cara yang sesuai dengan usianya. Dan terlebih lagi, supaya Sha bisa bersosialisasi dengan teman-teman (yang hampir) sebayanya.
Pertama kali ikut, Sha gak malu-malu sih. Dia langsung terkesima melihat banyak banget teman-teman yang ada disekolah minggu. Trus, dia dengan excited nya menunjuk ke arah mereka sambil ngomong “kakak…kakak…kakak…”. Lucu banget sih. Maklum lah, selama di rumah, Sha jarang banget bermain dengan anak-anak sebaya. Paling juga lihat anak-anak kecil tetangga yang main sepeda sekitar rumah kami.
Begitu nyanyi lagu puji-pujian, Sha juga ikut tepuk-tepuk tangan dan mengangkat tangannya.
Begitu selesai puji-pujian, anak-anak dibagi kelas berdasarkan usianya untuk mendengarkan Firman Tuhan. Sha termasuk kelas balita. Dengan tema Firman Tuhan yang sama dengan semua kelompok usia, para kakak yang menyampaikan Firman Tuhan menyampaikan dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan kelompok usianya.
Untuk kelas Sha, kakak pembawa Firman membawa alat peraga berupa gambar yang dia tunjukkan kepada anak-anak. Sambil cerita dan sekali-kali mengajukan pertanyaan-pertanyaan simple buat mereka. Tapi tentunya anak seumur Sha belum bisa terlalu berinteraksi seperti kakak-kakaknya yang berumur 5 tahun. Sha hanya menyimak cerita Firman Tuhan yang disampaikan. Good point. Dan cara itu juga sepertinya bisa saya terapkan di rumah. Setelah itu, Firman Tuhan juga dilanjutkan dengan pelajaran mewarnai. Sha jadi belajar mengenal pensil warna. Tapi saya mesti tetap waspada. Jangan sampai masuk mulut, kena mata, dll.
Anyway, berbicara tentang pendidikan agama, tentunya itu mesti berangkat dari kebiasaan di rumah. Jadi, kami selama ini memang terus melibatkan Sha dalam kegiatan ibadah pribadi kami di rumah. Berdoa sebelum berangkat kerja, berdoa sebelum makan, saat teduh dan baca alkitab sebelum tidur. Memang sih, awalnya Sha nampak gak tertarik. Tapi suatu hari kami sempat surprise juga dengan beberapa moment yang diciptakan Sha. Misalnya pada saat kami selesai berdoa dan bilang “haleluya…”, Sha yang melanjutkan kalimat kami dengan kata “Aaa…” dan kami semua dengan kompak melanjutkan dengan “…miiinnn”. Hahahaha… selama ini, ternyata Sha selalu menyimak (walau nampaknya sibuk sendiri), bahwa setiap doa yang kami naikkan, selalu ditutup dengan kalimat “Haleluya, Amin…”. Atau pada saat kami menyanyikan lagu pujian, tangan Sha otomatis terangkat ke atas, layaknya orang dewasa yang sedang menaikkan lagu pujian dengan khusuk. Oalaahhh.. anak kami Sha, sudah besar rupanya… sudah pandai menirukan perilaku orang, dan bahkan sudah pandai menirukan beberapa kata, kalimatd an lagu. Wah, kami mesti lebih berhati-hati lagi, nih… jangan sampai nanti Sha meniru hal yang gak baik.
Sudah beberapa minggu ini, kami ikutkan Sha ke Sekolah Minggu. Tujuannya, supaya Sha bisa merasakan beribadah setiap hari minggu, dengan cara yang sesuai dengan usianya. Dan terlebih lagi, supaya Sha bisa bersosialisasi dengan teman-teman (yang hampir) sebayanya.
Pertama kali ikut, Sha gak malu-malu sih. Dia langsung terkesima melihat banyak banget teman-teman yang ada disekolah minggu. Trus, dia dengan excited nya menunjuk ke arah mereka sambil ngomong “kakak…kakak…kakak…”. Lucu banget sih. Maklum lah, selama di rumah, Sha jarang banget bermain dengan anak-anak sebaya. Paling juga lihat anak-anak kecil tetangga yang main sepeda sekitar rumah kami.
Begitu nyanyi lagu puji-pujian, Sha juga ikut tepuk-tepuk tangan dan mengangkat tangannya.
Begitu selesai puji-pujian, anak-anak dibagi kelas berdasarkan usianya untuk mendengarkan Firman Tuhan. Sha termasuk kelas balita. Dengan tema Firman Tuhan yang sama dengan semua kelompok usia, para kakak yang menyampaikan Firman Tuhan menyampaikan dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan kelompok usianya.
Untuk kelas Sha, kakak pembawa Firman membawa alat peraga berupa gambar yang dia tunjukkan kepada anak-anak. Sambil cerita dan sekali-kali mengajukan pertanyaan-pertanyaan simple buat mereka. Tapi tentunya anak seumur Sha belum bisa terlalu berinteraksi seperti kakak-kakaknya yang berumur 5 tahun. Sha hanya menyimak cerita Firman Tuhan yang disampaikan. Good point. Dan cara itu juga sepertinya bisa saya terapkan di rumah. Setelah itu, Firman Tuhan juga dilanjutkan dengan pelajaran mewarnai. Sha jadi belajar mengenal pensil warna. Tapi saya mesti tetap waspada. Jangan sampai masuk mulut, kena mata, dll.
Anyway, berbicara tentang pendidikan agama, tentunya itu mesti berangkat dari kebiasaan di rumah. Jadi, kami selama ini memang terus melibatkan Sha dalam kegiatan ibadah pribadi kami di rumah. Berdoa sebelum berangkat kerja, berdoa sebelum makan, saat teduh dan baca alkitab sebelum tidur. Memang sih, awalnya Sha nampak gak tertarik. Tapi suatu hari kami sempat surprise juga dengan beberapa moment yang diciptakan Sha. Misalnya pada saat kami selesai berdoa dan bilang “haleluya…”, Sha yang melanjutkan kalimat kami dengan kata “Aaa…” dan kami semua dengan kompak melanjutkan dengan “…miiinnn”. Hahahaha… selama ini, ternyata Sha selalu menyimak (walau nampaknya sibuk sendiri), bahwa setiap doa yang kami naikkan, selalu ditutup dengan kalimat “Haleluya, Amin…”. Atau pada saat kami menyanyikan lagu pujian, tangan Sha otomatis terangkat ke atas, layaknya orang dewasa yang sedang menaikkan lagu pujian dengan khusuk. Oalaahhh.. anak kami Sha, sudah besar rupanya… sudah pandai menirukan perilaku orang, dan bahkan sudah pandai menirukan beberapa kata, kalimatd an lagu. Wah, kami mesti lebih berhati-hati lagi, nih… jangan sampai nanti Sha meniru hal yang gak baik.
Saturday, September 25, 2010
Undian Hadiah Telkom (Katanya...)
Siang tadi, sekitar pukul 11.45, saya dapat telpon dari orang yang mengaku sebagai petugas Telkom cabang Plumpung Jakarta. Dengan masih setengah sadar karena telpon tersebut membangunkan tidur siang saya, saya bertanya ada apa?
Kemudian dia bilang "semalam Telkom melakukan undian dan nomor telpon ibu menjadi salah satu nomor yang beruntung terpilih untuk mendapat TV merk T****a, disamping itu, dapat juga bantuan kredit Rp 15 jt untuk mendirikan usaha, yang disponsori oleh salah satu Bank di Indonesia. Untuk bisa mengambil hadiahnya, ibu harus datang ke kantor Telkom cabang Gatot Subroto hari ini juga dengan melakukan konfirmasi sebelumnya via telpon". Saya lihat jam, ternyata sudah hampir jam 12 siang. Saya bilang aja..."Sekarang? Bukannya udah tutup, mas?" Lalu dia bilang "...belum, bu...".
Hmm...kayaknya ada yang aneh dari awal. Dan insting saya mengatakan untuk gak percaya sama si penelpon ini. Tapi tanpa memberikan informasi apapun dan meminta informasi lebih lanjut, saya pun menyudahi pembicaraan telpon itu dengan bilang bahwa saya nanti akan hub kantor Telkom Gatot Subroto, dan gak lupa juga bilang terimakasih.
Begitu telpon saya tutup, saya cari info ttg adanya undian hadiah dari Telkom. Info yang saya dapat sbb :
Karena dari awal kami sudah tidak percaya dengan orang yang menelpon kami tersebut, disamping sekarang ini banyak banget modus penipuan yang berkedok pemberian hadian, jadi kami lanjutkan lagi tidur siang kami...
Kemudian dia bilang "semalam Telkom melakukan undian dan nomor telpon ibu menjadi salah satu nomor yang beruntung terpilih untuk mendapat TV merk T****a, disamping itu, dapat juga bantuan kredit Rp 15 jt untuk mendirikan usaha, yang disponsori oleh salah satu Bank di Indonesia. Untuk bisa mengambil hadiahnya, ibu harus datang ke kantor Telkom cabang Gatot Subroto hari ini juga dengan melakukan konfirmasi sebelumnya via telpon". Saya lihat jam, ternyata sudah hampir jam 12 siang. Saya bilang aja..."Sekarang? Bukannya udah tutup, mas?" Lalu dia bilang "...belum, bu...".
Hmm...kayaknya ada yang aneh dari awal. Dan insting saya mengatakan untuk gak percaya sama si penelpon ini. Tapi tanpa memberikan informasi apapun dan meminta informasi lebih lanjut, saya pun menyudahi pembicaraan telpon itu dengan bilang bahwa saya nanti akan hub kantor Telkom Gatot Subroto, dan gak lupa juga bilang terimakasih.
Begitu telpon saya tutup, saya cari info ttg adanya undian hadiah dari Telkom. Info yang saya dapat sbb :
- Memang benar bbrp bulan kmrn ada undian dari Telkom Flexi, tapi pemilik nomor telpon terlebih dulu harus melakukan pendaftaran nomor telpon Telkom/Flexi untuk bisa ikut undian tersebut. Faktanya, kami tidak pernah melakukan pendaftaran no telpon rumah kami, kok.
- Ada artikel di internet yang ceritanya sama seperti yang kami alami. Kejadiannya menimpa salah seorang masyarakat di Bengkulu. Dan setelah di cek ke Telkom, mereka menyatakan bahwa Telkom saat ini sedang tidak mengadakan undian berhadiah.
Karena dari awal kami sudah tidak percaya dengan orang yang menelpon kami tersebut, disamping sekarang ini banyak banget modus penipuan yang berkedok pemberian hadian, jadi kami lanjutkan lagi tidur siang kami...
Saturday, July 24, 2010
Jadi Agen MLM...
"Selamat siang, bu...nama saya A. Saya mau menawarkan produk perawatan kulit dan kecantikan XYZ. Silahkan lihat bookletnya..."Itu sekedar gambaran contoh marketer yang ok... (But not me... :-p)
Sudah seminggu ini, saya lagi mencoba peruntungan saya menjadi agen MLM salah satu produk perawatan dan kecantikan kulit dari Swedia yang namanya cukup terkenal...(I guess so).
Awalnya sih karena saya pengguna langsung produk tersebut. Tapi terkadang agen yang ada di kantor saya mood2-an dalam menawarkan produk (hmmm...sudah 2 rekan kantor saya yang jadi agen) . Kadang jualan, kadang gak...sementara stok di rumah saya sudah habis, dan biasanya, kalau pesan dari mereka, saya harus menunggu beberapa hari. Pikir-pikir, kenapa saya gak ikut jadi member aja? Toh, saya jadi bisa dapetin barang kapan pun saya mau, dengan harga dibawah harga booklet yang mereka tawarkan...
Okay, akhirnya hari sabtu pagi kemarin kami pun berkelana ke daerah jakarta selatan untuk ke outlet produk tersebut. Sampai disana kami sempat bingung mau kemana dan bagaimana prosedurnya. Lalu saya mendatangi security-nya. Dia mengarahkan saya kepada seorang mbak-mbak yang sudah lebih dulu menjadi agen produk tersebut, yang kemudian menjadi sponsor saya.
Setelah perkenalan awal dan penjelasan ttg mekanisme MLM ini, sayapun resmi menjadi agen produk tersebut.Saya yang semula hanya ingin jadi agen supaya bisa cepat membeli produk yang saya inginkan, jadi tertarik untuk ikut menjalankan bisnis tersebut. Hummm ...kayaknya gampang deh... Apalagi dengan iming-iming bonus "...kalau kamu bisa mencapai point sekian dalam bulan ini, kamu bisa dapet free product bla...bla...bla...".
Saya pulang dari tempat itu dengan membawa berbagai strategi di kepala saya...dan 'korban-korban' yang jadi taget saya (istilahnya serem amat, sih Mell).
Berhubung ga pinter jualan, 'korban' pertama saya tak lain dan tak bukan adalah suami saya...hehehe...
"Papap jadi downline bunda ya...ntar papap tawarin temen2 kantor papap". Yang dituju hanya menjawab "iya...iya...".
Tapi emang jiwa saya ga jiwa 'marketer' banget...jadilah kurang gencar buat hunting2 pembeli. Dan booklet produk tetap nyungsep dalam tas, tanpa pernah dikeluarin...
Yahhh...ternyata it's not as simple as what i thought before...
Friday, July 23, 2010
Petualangan Bajaj
"Beberapa hari ini berasa penat banget di kantor, kayaknya perlu hiburan nih"
Akhirnya saya dan 2 teman mutusin buat lunch di luar area kantor. Hufff...lumayan buat hiburan.
Salah seorang teman seperti biasa sebelum naik bajaj, bayar dulu sama abang bajaj. Alasannya sih, supaya ga usah buang-buang energi lagi untuk bargaining tarif. Hummm...bener juga sih, jangan sampe lunch time kita terbuang cuman untuk perang urat sama tukang bajaj... Trus, si abang bajajnya terima duitnya tanpa banyak ngomong lagi.
Tapi oalaaahhh...pas kita naik bajaj itu, si abang bajaj mulai menggila. Main terobos di setiap persimpangan dan berkali-kali ada di posisi 'terlalu-deket' sama kendaraan lain...Hmpphhh...jangan-jangan kita kurang ngasi duit nih? Hehehe...
Tapi, emang brutal aja tuh tukang bajaj...ga inget kali ya, kalo nyawanya tuh cuman 1 (gak 7 kayak kucing...hehehe, ini mitos yang mesti dicari kebenarannya). Trus, bajaj kan bodynya cuman lempengan seng kali ya? Udh mirip kaleng aja...yang kalo diseruduk, bakalan ringsek sampe ke dalam2nya...huuuuhhh...beruntung perjalanan kami (yang cuman berdurasi 5 menit itu) berakhir dengan selamat...dan kalian bisa baca postingan ini... THANK GOD!
Pelajaran berharga hari ini : kalo mau naik bajaj, bayarnya belakangan aja yaaa? Hehehe
#have a nice day! Jangan kapok naik bajaj, ya...#
Friday, February 26, 2010
Facebook oh Facebook
Sekarang lagi banyak pro dan kontra manfaat facebook . Apalagi dengan maraknya penculikan/hilangnya anak gadis orang 'karena' facebook .
Ada anak gadis yg diberitakan kabur (ato diculik, ya?) dari rumah bersama teman laki-lakinya yang baru dia kenal di
Padahal menurut saya sih,
Suatu hari, saya surprise banget krn seorang teman SD saya meng-add saya sebagai temannya... Dari dia, kemudian saya 'ketemu' lagi sama teman2 SD yang lain... seru banget!
Sayang banget kalo sampe
Intinya, apapun itu, akan tergantung oleh penggunanya.
Semoga
*curhatan di suatu malam sebelum bobo*
Subscribe to:
Posts (Atom)
