Showing posts with label Baby's Things.... Show all posts
Showing posts with label Baby's Things.... Show all posts

Monday, October 3, 2011

Posisi Bayi Sungsang...

Hari sabtu kemarin kami kontrol kehamilan lagi ke dokter. Karena saat ini usia kandungan sudah 7 bulan, jadi kontrol rutin dilakukan 2 mingguan.

saat kami cek ke dokter kemarin, dokter bilang kalau bayi kami masih sungsang,,, masih dalam posisi kepala di atas... Duuuhhh... sedihnya. Dokter menyarankan agar saya mulai ikut senam hamil dan latihan nungging supaya mendorong bayinya berputar.

Malamnya, saya iseng-iseng browsing cari info di inet, ternyata ada bbrp penyebab bayi masih sungsang di usia 29 minggu :
rahim ibu cukup luas, sehingga bayi terus berputar-putar di dalam rahim. Hal ini biasa terjadi j ika ibu udh pernah melahirkan, bahkan sudah beberapa kali melahirkan.
kembar air atau volume air ketuban yang banyak. Dari info yang saya baca di inet, penyebab air ketuban yang banyak ini tidak ada relevansinya dengan seringnya ibu hamil minum air dingin / es... *syukurlah.....hehehe*
bayi terjerat oleh tali pusarnya... kalau hal ini yang jadi penyebab sungsang, maka posisi bayi tidak dapat dibalik. Upaya pembalikan bayi bisa menyebabkan bayi tercekik dan kekurangan oksigen.

Untuk penyebab pertama dan kedua masih bisa dibantu. Misalnya dengan pemijatan oleh ahlinya (dokter atau bidan) tapi tetap harus hati-hati jangan sampai ibu merasa sakit. Soalnya rasa sakit merupakan indikasi bahwa terjadi sesuatu dengan rahim. mungkin rahim robek atau terluka.

Posisi sungsang ini masih mungkin untuk berputar ke posisi normal s/d usia kandungan 34 minggu... *hfftt... 4 weeks to go!*

Ora et Labora... berusaha dan berdoa...

hari minggu kemarin saya mulai coba posisi nungging. Berdasarkan info dari seorang teman, katanya posisi itu memang membuat bayi gak nyaman dan berusaha cari posisi yang lebih nyaman, yaitu dengan berputar. Duhhh... saya pun ngerasa gak nyaman dengan posisi nungging kayak gitu. Leher dan sepanjang tulang pungung jadi terasa sakit. Tapi demi bayi kami, saya rela sakit-sakit... ayo dong sayang, berputar ya, cari jalan lahirnya...
Hari ini juga udh daftar senam hamil... nanti sore no matter what, pokoknya harus bisa datang untuk senam hamil jam 5 sore. Penting buat Ade. Semangat!

Dan dengan semua upaya yang udah dan akan kami lakukan, we are surrender to You, God... we trust in You always...

Thursday, September 29, 2011

Persiapan Persalinan #2

I am so exciting... adiknya Sha sekarang sudah masuk bulan ke 7 di perut bunda.
sepertinya harus mulai packing supaya ready anytime kalau adik Sha mau lahir...

Sambil mengingat-ingat memori lama waktu proses persalinan Sha, saya mulai bikin list barang-barang yang perlu dibawa. Rencananya, barang-barang ini nanti malam sepulang kerja mau langsung dimasukkan ke dalam tas biar gak lupa.

1. Perlengkapan Ibu

Pakaian dalam (bra menyusui dan CD)
Gurita ibu
Kemeja besar (supaya mudah pas mau menyusui)
Sarung
Handycam (tetap narsis)
Perlengkapan mandi
- sampoo
- conditioner
- sabun
- sikat dan pasta gigi
- pembalut night wing extra large
- lotion
- pelembab wajah dan bedak

2. Perlengkapan Bayi

kebutuhan sehari-hari bayi sudah disiapkan di RS, termasuk kendi untuk membawa pulang ari-ari bayi. Jadi yang perlu dibawa yaitu :
- Selimut bayi untuk pulang
- Bedong bayi
- Baju bayi untuk pulang
- Sarung tangan dan kaki
- 3 botol susu
- breast pump
- sikat botol
- sabun cuci botol
- sterilizer botol susu
- sendok bayi
- label botol u/ susu perah

botol, breast pump, dll saya bawa soalnya pengalaman waktu Sha lahir, gak bisa langsung dibawa pulang. Soalnya bilurubinnya masih tinggi, sehingga harus disinar (blue light) dulu sampai bilurubinnya turun. Selama itu, supaya tidak mengganggu proses penyinaran, Sha disarankan minum ASI yang diperah, supaya lebih cepat. Soalnya bayi-bayi yang bilurubinnya tinggi cenderung lemas dan malas menyusu. Tapi kami berdoa, mudah-mudahan adiknya Sha normal semuanya dan bisa cepat pulang.. aminnn...

about the list... apa lagi ya, yang kurang? nanti diupdate lagi deh...

Wednesday, September 28, 2011

Belajar Sikat Gigi yuk, Sha...

Sha sekarang udh 1 tahun 9 bulan... giginya udah banyak.
Kami sudah beberapa bulan ini siapkan sikat dan pasta gigi khusus anak-anak buat Sha. Tapi karena kurang intensif ngajarinnya, jadinya Sha masih pakai sikat gigi sesuka hatinya...
Tapi saya sudah niat banget, pokoknya mulai hari ini, Sha mesti lebih intensif lagi belajar sikat gigi.

Beberapa hari lalu sempat browsing juga sih tentang cara2 ngajarin anak untuk sikat gigi. Yang penting disiplin dan konsisten. Berhubung kalau pagi agak2 ribet kalau mau ajarin Sha sikat gigi (soalnya mesti siap2 juga kan biar gak kesiangan ke kantor), jadinya pelajaran sikat giginya dimalam hari aja.

Sha biasanya kalau sikat gigi, maunya sendiri dan pakai pasta gigi anak-anak. Mungkin Sha suka rasanya. Pertama kali coba pasta giginya, Sha langsung mengulum sikat giginya dan bilang "es krim...es krim..."...hahahaha...

Malam ini, sebelum tidur, saya ajak Sha sikat gigi tanpa pasta gigi kesukaannya. Saya juga siapkan gelas yang berisi air matang untuk kumur-kumur... Pertamanya dia merengek-rengek minta pakai pasta giginya "odol... odol... odol...". Tapi gak saya kasih. kemudian saya ambil sikat gigi juga, dan langsung mempraktekan cara saya menyikat gigi (tanpa odol juga, supaya sama)... trus dia mulai mengikuti juga... sikat gigi atas...bawah...atas...bawah... sambil bilang "sik..sik...sik...". Bagian menyikat gigi dalam, Sha ngikutin juga. Tapi masih belum tepat, sih... Gerakannya masih kayak ngulum lolipop. Habis itu saya ajar Sha untuk kumur-kumur pakai air matang yang sdh saya siapkan sebelumnya. Pertama-tama saya kasih contoh dulu... minum-kumur-buang... Nah sekarang giliran Sha minum...minum...telan...mulutnya monyong kayak mau buang air yang ada di mulutnya. Tapi tentu aja gak keluar karena airnya udh ditelan duluan... Coba lagi... minum..telan...monyong tanpa ada air keluar dari mulutnya.. coba lagi...terus begitu berkali-kali sampai airnya habis setengah gelas... Trus Sha bilang "Abiiii..." (habis, maksudnya). Huufff.. gapapa deh...it's quite enough untuk malam pertama... besok malam, kita coba lagi yuk Sha. Sampai akhirnya Sha bisa sikat gigi sendiri.

Luv you, chubby... muahhh.. Met bobo ya sayang...

Tuesday, March 29, 2011

Vaksin MMR, is that okay?

Sha 16 mos


Akhirnya setelah sha pulih dari pileknya, kami bawa sha untuk diberi vaksin influensa tadi malam.

Dokter sempat menawarkan pada kami “mau divaksin MMR, gak?”. Saya sempat berpikir, dan ingat beberapa artikel dan cerita teman-teman tentang efek pemberian vaksin itu pada anak : AUTISME.

Dokter sepertinya sih tahu apa yang melayang-layang dalam pikiran kami. Dia lalu menjelaskan bahwa jika setelah anak diberi vaksin MMR dan mengalami autisme, jangan salahkan vaksinnya. Karena, there is nothing to do with the vaccine. Kembali lagi, yang salah adalah gaya hidup kita. Jika orangtua tidak memperhatikan anaknya, sibuk sendiri, dan anak pun lebih suka main sendiri dengan caranya sendiri, maka kemungkinan besar dia akan menjadi autis. Kejadian ini lebih sering menimpa anak-anak yang dijaga oleh pembantu atau babysitternya. Pembantu/BS asik nonton sinetron, dan anak juga asik main sendiri.

Setelah dijelaskan demikian, kami pun jadi tenang begitu dokter menjadwalkan pemberian vaksin berikutnya adalah vaksin MMR.

Untuk lebih mengenal apa itu vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella), silahkan klik disini.

Atasi Pilek Secara Alami

Sha 16 mos


Sempat lebih dari 1 bulan Sha kena pilek dan batuk. Gak full 1 bulan juga sih. Sempat sembuh, tapi sekitar 1 atau 2 minggu kemudian pilek lagi. Tapi saat pilek kedua menyerang, kami tidak lagi memberi Sha obat. Soalnya kami pikir bahwa pilek itu menyerang daya tahan tubuh. Artinya, obat yang paling ampuh adalah banyak-banyak berdoa dan istirahat. Dan juga, kasian banget Sha kalo dikasih terlalu banyak obat-obat kimia.

Setelah browsing di internet dan membaca majalah-majalah tentang parenting, kami dapat info tentang obat alami untuk memulihkan pilek : JAHE & MADU. Lalu, saya coba buat di rumah. Sekalian dbuat banyak aja. Soalnya korban pilek di rumah semakin bertambah, nih… wewww… mulai SIAGA 1, deh.

Caranya sih simple aja. Bersihkan jahe, kemudian potong-potong, lalu di rebus. Kalau sudah dingin, masukkan air jahe itu ke dalam botol. Begitu mau diminum, tinggal di tuang dalam gelas, kemudian campur dengan madu. Untuk anak-anak, air jahe gak perlu banyak-banyak. Soalnya panas banget. Atau, madunya diberikan lebih banyak.

Setelah minum jahe, Sha mulai meler-meler… Tapi terus, bobo nya enak banget. Mungkin karena hidungnya jadi gak mampet.

Sekarang, sha udah gak pilek lagi, jadi bisa dibawa ke dokter untuk imunisasi, deh…

Wednesday, September 22, 2010

Nonton TV, perlukah…?

"Tadi pagi dalam perjalanan menuju kantor, saya mendengarkan acara yang disiarkan di salah satu radio di Jakarta, mengenai manfaat dongeng bagi pertumbuhan anak"


Sayangnya saya tidak mendengar acara tersebut dari awal. Tapi saya sempat dengar bahwa ada pengalaman seorang ibu yang anaknya menjadi autis karena terlalu banyak nonton TV, terbawa oleh pengasuhnya yang juga suka nonton TV sambil mengasuh si anak.

Saya jadi shock juga. Sebegitu besarkah pengaruh TV buat anak? Akhirnya saya browsing di internet dan menemukan satu artikel bagus dari mommygadget.

Tadinya saya pikir efek negatif dari TV hanya adanya radiasi yang disebabkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari TV tersebut, dan adanya program-program TV yang kurang bermutu yang kurang mendidik untuk anak. Sehingga untuk anak, saya berikan dia tontonan anak-anak yang cukup mendidik. Tapi ternyata tidak hanya itu … Ada hal lainnya yang mulai jadi pertimbangan saya untuk mematikan TV dirumah saat sedang bersama dengan anak saya yang saat ini berusia hampir 10 bulan dan mulai tertarik dengan beberapa iklan di TV …
Sebagaimana yang disebutkan dalam artikel di atas dan dari siaran radio yang saya dengar tadi pagi, selain gelombang elektromagnetik yang dipancarkan TV dan akan merusak mata anak, ternyata ada hal lainnya yang bisa menjadi pertimbangan kita untuk mematikan TV...
  • Menonton TV tidak melatih anak mengembangkan kemampuan visualnya. Karena saat menonton TV, mata anak nyaris tidak bergerak akibat gambar-gambar TV yang bergerak dan berubah secara cepat dan menyebabkan otak pikir (otak pikir = otak kanan, yaitu otak yang merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan. RED) tidak mempunyai cukup waktu untuk memproses image dan mencerna apa yang dilihatnya. Padahal otak pikir memerlukan waktu 5-6 detik untuk memproses gambar setelah mendapatkan stimulus. Dibandingkan dengan membaca buku, mata anak bergerak membaca tulisan, baik ke kiri maupun ke kanan. Dan anak juga memiliki waktu yang cukup untuk mencerna setiap tulisan.
  • Menonton TV menyebabkan daya kreativitas anak menjadi berkurang, karena TV sudah menyuguhkan visual (gambar) dan audio (suara). Hal ini membuat anak tidak perlu repot lagi berfikir dan berimajinasi, sehingga ada bagian tertentu di otak pikir yang kurang distimulasi dan dilatih untuk menciptakan gambaran (yang merupakan fondasi dari angan-angan, intuisi, inspirasi, dan imajinasi). Dibandingkan dengan membaca buku yang tidak banyak gambarnya, anak-anak akan lebih dilatih untuk mengembangkan imajinasi mereka atas setiap kalimat yang telah mereka baca. Kalau dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga. Saya jadi ingat pernah merasa kecewa pada saat menonton Harry Potter dan the Davinci Code karena gambaran film tersebut dalam imajinasi saya pada saat saya membaca novelnya, lebih dari yang disajikan di film-nya.
  • Membacakan dongeng sebelum tidur kepada anak-anak kita, adalah saat yang sangat baik untuk menjalin interaksi dan komunikasi dengan mereka. Apalagi kalau kita sudah sibuk seharian bekerja di kantor. Tidak hanya untuk anak-anak kita, kita juga jadi bisa melepaskan stress. Malam hari adalah saat dimana otak anak dapat menyerap dengan maksimal. Jadi sebaiknya, dongeng atau cerita yang kita pilih adalah yang memiliki nilai moral yang baik, sehingga anak kita juga bisa belajar dari ceritanya. Tidak ada salahnya juga membacakan dongeng yang sama berulang-ulang, selama sang anak belum bosan tentunya. Hal ini bisa membuat anak ingat ceritanya, dan lama-lama bisa gantian mereka yang bercerita kepada kita. Coba juga untuk mengarang cerita dan memancing mereka untuk melanjutkan cerita kita. Disamping bisa melatih kreativitas kita, juga akan melatih kreativitas anak kita. Kalau anak kita sudah mulai bisa membaca sendiri, ajar mereka untuk membaca sendiri. Namun tetap kita dampingi di awalnya, untuk membantu mereka jika mengalami kesulitan dan memperkenalkan kosakata baru.
So, what do you think?

Thursday, July 8, 2010

About Breastfeeding

Ada beberapa hal tentang menyusui yang mau saya share berdasarkan pengalaman...

  1. Kadang ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan, dan baru keluar dua atau tiga hari setelahnya. Hal ini terkadang mempengaruhi psikologis ibu, sehingga mulai memberikan susu fomula untuk bayinya. Faktanya, bayi dapat bertahan hidup selama itu tanpa ASI, kok...Tapi meskipun ASI belum keluar, ibu harus tetap menyusui bayinya ya... hal ini penting untuk merangsang supaya ASI keluar.
  2. Di bulan-bulan awal, dimana bayi belum terlalu banyak mengkonsumsi ASI, kita bisa lho menyimpan ASI kita... Jadi, bayi tetap bisa minum ASI saat kita sedang di kantor. ASI perahan dapat disimpan dalam botol kaca atau botol susu yang telah disterilkan sebelumnya. Jangan lupa diberi label yang berisikan volume, tanggal, dan jam. Tujuannya supaya gak tertukar dengan stock yang lama. ASI perahan yang disimpan di freezer dapat bertahan sekitar 3 bulan. Sementara yang disimpan di lemari pendingin bisa bertahan 2-3 hari, sedangkan yang disimpan dalam suhu ruangan bisa bertahan sekitar 6 jam. Tapi kalau ASI sudah berbau basi, ya dibuang aja (jangan berpikir untuk dibikin youghurt ya... hehehe).
  3. Waktu usia bayi kita semakin bertambah, kebutuhan ASInya pun makin tinggi... sementara kemampuan produksi terkadang naik turun (tergantung aktivitas kita juga, sih...kalo aktivitas menguras tenaga, ASI yang dihasilkan juga menurun. Juga tergantung pada makanan dan minuman yang kita konsumsi). Suatu hari saya minta dokter kami untuk memberikan resep obat perangsang ASI... tapi jawabannya cukup membuka pikiran saya. Dia bilang, "...buat apa perangsang ASI kalau kita ga makan dan minum yang benar... apa yang mau dirangsang?...". Oalaaahhh..bener juga...selama ini, saya selalu ngandelin perangsang ASI kalau 'stock' lagi down...tanpa memperhatikan pola makan dan minum saya.
  4. Pada saat menyusui, dokter kami menyarankan untuk mengelus-elus sang bayi, sehingga bayi merasa nyaman dan mengisap dengan benar, sehingga ASI yang keuar bisa lebih banyak.
Dear Moms and Moms to be... feel free to commenting this post, ya...

Bilirubin Bayi

Kedatangan baby kami ke dunia adalah moment yang sangat indah. Kayaknya ga pengen deh terpisah biarpun cuman sedetik. Sayang waktu test bilirubinnya, ternyata tingkat bilirubin anak kami waktu itu ada di atas normal, sehingga harus di blue light. Anak kami harus masuk dlm inkubator dan disinar (blue light) untuk 24 jam pertama, untuk kemudian ditest lg apakah kadar bilirubinnya sudah turun. Saat kami datang menegok bayi kami di ruang perawatan, cukup membuat mata saya berkaca2. Sedih banget liat bayi mungil kami yg baru berusia 1 hari disinar sendirian. Dia pasti takut...

Kami cari info ttg makhluk apa sih, bilirubin itu...dari dokter anak, dokter kandungan, suster jaga, internet...


Intinya, kadar bilirubin yg tinggi itu bisa disebabkan oleh belum matangnya hati sang baby atau bisa jg dari ketidakcocokan golongan darah ibu dan bayi. Penyebab kedua inilah yang kami alami.

Menurut suster jaga yang ada disitu, ibu2 disaat mengandung disarankan untuk jalan2 dibawah matahari sebelum jam 9 pagi. Sayangnya info ini tidak saya dapat saat saya mengandung...


Akhirnya setelah 3 hari disinar, anak kami bisa dibawa pulang... Dengan catatan : harus terus dijemur di matahari pagi dengan mata ditutup (soalnya matahari bisa berpotensi merusak retina mata baby kita), dan pemberian ASI sebanyak2nya.


Untuk cek apakah sang baby masih kuning atau tidak, dokter mengajarkan untuk lihat dari telapak kakinya. Tekan telapak kakinya dengan jari, apakah sudah tidak berwarna kuning lagi. Disamping itu juga bisa dilihat dari matanya, apakah berwarna kekuningan atau tidak.

Normalnya, seiring dengan pertambahan usia sang baby, maka kadar bilirubinnya pun berangsur normal.


Untuk referensi dan bacaan lebih lanjut, klik http://bidanku.com/index.php?/Bayi-Kuning-Kenali-dan-Waspadai.